ᴴᴰ_Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid I Hanya Bergantung Kepada Live Streaming Sahaja

 

ᴴᴰ_Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid I Hanya Bergantung Kepada Live Streaming Sahaja

Seorang penuntut ilmu jika membaca di hadapan gurunya akan lebih cepat memahaminya dibandingkan jika mempelajari bersendirian. Jika dia hanya membaca seorang diri, boleh jadi ia akan menemukan istilah-istilah baru yang sulit untuk dipahami dan memerlukan usaha serta pengulangan yang memakan waktu dan tenaga. Bahkan membolehkan kita ini tergelincir dalam kesalahan saat memahaminya.

“Barangsiapa yang gurunya adalah bukunya, maka kesalahannya lebih banyak daripada benarnya”.

Perintah Bertebaran di Muka Bumi

Tafsir Surat al-Jumu’ah ayat 10 (Tafsir Ibnu Katsir)

إِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٠)

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Jumu’ah: 10)

Sebelumnya, Allah subhanahu wa ta’ala melarang mereka untuk bekerja (apabila adza telah berkumandang) dan memerintahkan mereka untuk berkumpul melaksanakan shalat Jum’at. Maka setelah selesai shalat, Allah subhanahu wa ta’ala mengidzinkan mereka untuk bertebaran di muka bumi dan mencari karunia-Nya.

Demikikanlah yang dilakukan oleh ‘Irak bin Malik radhiyallohu ‘anhu. Ketika selesai shalat Jum’at, dia pergi dan berdiri di depan pintu masjid seraya berdo’a, “Ya Allah, saya telah memenuhi panggilan-Mu, menunaikan kewajiban-Mu dan bertebaran (untuk mencari karunia-Mu), sebagaimana yang Engkau perintahkan kepadaku, maka limpahkanlah karunia-Mu kepadaku karena Engkau-lah sebaik-baik Pemberi rizki.” Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

“Dan ingatlah Alloh banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Yakni perbanyaklah mengingat Alloh pada saat kalian menjual, saat kalian membeli dan pada saat kalian bertransaksi. Janganlah dunia menyibukkan kalian dari hal-hal yang bermanfaat di hari akhirat. Oleh karena itu disebutkan dalam hadits:

مَنْ دَخَلَ سُوقًا مِنَ الأَسْوَاقِ فَقَالَ: لَاإِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَي كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، كَتَبَ اللهُ لَهُ أَلْفَ أَلفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلفِ سَيِّئَةٍ

“Barangsiapa memasuki salah satu pasar dan membaca: Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wa hua ‘ala kulli syai-in qadir (tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu), maka Alloh akan mencatat untuknya sejuta kebaikan dan menghapus darinya sejuta keburuka” (HR. At-Tirmidzi no. 3428)

Mujahid berkata, “Seorang hamba akan digolongkan sebagai ahli dzikir yang banyak dzikirnya kepada Alloh subhanahu wa ta’ala ketika dia mengingat-Nya saat berdiri, duduk dan berbaring.”

.:: Pena_Banten ::. اللهمَّ صلِّ على سيِّدنا محمَّد ❤