Category Archives: Kalam Ulama

BERBUAT KEBAIKAN | KH. Khairul Anwar Fathoni ,Lc

MENGAPA KEBAIKAN ITU BERAT DILAKUKAN SEORANG HAMBA, DAN KEJELEKAN ITU RINGAN DILAKUKAN?

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar Ra berkata:

وقـد سـئل بعـض السّـلف عـن سـبب ثقـل الحسـنة وخـفّة السّـيّئة

Sebagian salaf ditanya;
Apa sebabnya mengapa kebaikan itu berat dan kejelekan itu ringan dilakukan?

Dia menjawab:

لأنّ الحسـنة حضـرت مـرارتها وغـابت حـلاوتها فـثقلت فـلا يحمـلنّك ثقـلها عـلى تركـها

Karena kebaikan itu telah hadir pahitnya dan belum terlihat manisnya (nikmat surga),
maka berat (dilakukan).
Maka janganlah beratnya itu membawamu untuk meninggalkannya.

والسّـيّئة حضـرت حـلاوتها وغـابت مـرارتها فلـذلك خفّـت فـلا يحمـلنّك خـفّتها علـى ارتكابـها

Sementara kejelekan itu telah hadir manisnya dan belum terlihat pahitnya (adzab di neraka),
maka dari itu ia mudah dilakukan.
Maka janganlah mudahnya (kejelekkan) itu membawamu untuk terjatuh ke dalamnya.

[Fathul Bari juz 13 h. 614]

والله أعلم

Advertisements

Imam Al Ghazali

Ingatlah Mutiara Kata Berharga dari Imam Al Ghazali

Yang Singkat itu
“Waktu”

Yang Menipu itu
“Dunia”

Yang Dekat itu
“Kematian”

Yang Besar itu
“Hawa Nafsu”

Yang berat itu
“Amanah”

Yang sulit itu
“Ikhlas”

Yang mudah itu
“Berbuat Dosa”

Yang susah itu
“Sabar”

Yang sering lupa itu
“Bersyukur”

Yang membakar amal itu
“Mengumpat”

Yang mendorong ke neraka itu
“Lidah”

Yang berharga itu
“Iman”

Yang menentramkan Hati itu
“Teman Sejati”

dan

Yang ditunggu Alloh s.w.t itu
“TAUBAT”

renungkan
fikirkan
semoga hidup penuh
keberkahan
dan
kerahmatan

Dari Abu Umamah al-Bahili r.a. katanya, Rasulullah SAW bersabda : “Saya adalah seorang yang memberikan jaminan untuk memperoleh sebuah rumah dalam halaman syurga bagi seseorang yang meninggalkan berbantah-bantahan, walaupun ia merasa dalam kebenaran – apa yang dibantahnya itu, juga sebuah rumah di tengah syurga bagi seseorang yang meninggalkan dusta, walaupun dengan maksud bergurau senda, demikian pula sebuah rumah di tanah tinggi syurga bagi seorang yang memperbaiki budi pekertinya.” – [Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud]